Hakikat Nilai Pendidikan dalam Novel



Pengertian Nilai Pendidikan dalam Novel
Dalam sebuah karya sastra seperti novel terdapat nilai pendidikan yang dapat dipetik oleh pembaca. Baribin (1985: 79) mengemukakan bahwa dari karya sastra dapat ditemukan buah pikiran atau renungan dari penulis dan sanggup menyadari nilai-nilai yang lebih halus berarti telah dapat mengapresiasi atau menangkap nilai yang terkandung dalam karya sastra tersebut.
Nilai pendidikan yang dibungkus dalam kisah, dialog, atau peristiwa-peristiwa yang terjalin dalam novel tidak hanya dalam bentuk deskripsi langsung tetapi ada juga melalui tahap analisis pembaca. Ada beberapa nilai pendidikan yangterdapat dalam sebuah karya sastra, tetapi sebeblumny akan dikemukakan terlebih dahulu apa sebenarnya nilai pendidikan tersebut.
Lorens (2002: 19) mengemukakan pengertian nilai yang ditinjau dari beberapa segi. (1) Nilai dalam bahasa Inggris value, bahasa latin valere (berguna, mampu akan, berdaya, berlaku, kuat); (2) ditinjau dari segi harkat, nilai adalah kualitas suatu hal yang menjadikan hal itu dapat disukai, diinginkan, berguna, atau dapat menjadi objek kepentingan; (3) ditinjau dari segi keistimewaan, nilai adalah apa yang dihargai, dinilai tinggi atau dihargai sebagai suatu kebaikan; (4) ditinjau dari sudut ilmu ekonomi yang bergelut dengan kegunaan dan nilai tukar benda-benda material, pertama kali secara umum menggunakan kata “nilai”.

Sama halnya dengan Lorens, Kattsoff (dalam Soejono, 1996: 32) memberikan perincian mengenai pengertian nilai. (1) Mengandung nilai artinya berguna; (2) merupakan nilai, artinya baik atau indah atau benar; (3) mempunyai nilai artinya merupakan objek keinginan, mempunyai kualitas yang menyebabkan orang mengambil sikap menyetujui atau mempunyai sifat nilai tertentu; dan (4) memberi nilai artinya menanggapi sesuatu hal yang diinginkan atau sebagai hal yang menggambarkan nilai tertentu.
Berbeda dengan pengertian sebelumnya, pengertian lebih umum disampaikan oleh Semi (1993: 54) yang menyatakan bahwa nilai adalah aturan yang menentukan sesuatu benda atau perbuatan lebih tinggi, dikehendaki dari yang lain. Hal tersebut senada dengan pengertian yang dikemukakan oleh Daroeso (1989: 20), nilai adalah suatu penghargaan atau kualitas terhadap sesuatu atau hal yang dapat menjadi dasar penentu tingkah laku seseorang, karena sesuatu hal itu menyenangkan, memuaskan, menguntungkan atau merupakan sesuatu sistem keyakinan.
Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa nilai merupakan sesuatu yang memiliki daya guna bagi manusia dan dapat berupa penghargaan atau apresiatif terhadap  hal yang dicermati.

Selanjutnya, pengertian pendidikan menurut Soedomo (2003: 18) adalah bantuan atau tuntunan yang diberikan oleh orang yang bertanggung jawab kepada anak didik dalam usaha mendewasakan manusia melalui pengajaran dan pelatihan yang dilakukan. Sementara itu, Dewantoro (dalam Munib, 2006: 32) lebih menyoroti pada aspek yang harus diubah setelah proses pendidikan. Beliau mengemukakan bahwa pendidikan merupakan upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelek), dan tubuh anak.
Pengertian yang lebih umum disampaikan oleh Uhbiyati dan Abu Ahmadi (2001: 70) yang mengemukakan bahwa pendidikan merupakan suatu kegiatan yang secara sadar dan sengaja serta penuh tanggung jawab yang dilakukan oleh orang dewasa kepada anak-anak sehinggal timbul interaksi dari keduanya agar anak tersebut mencapai kedewasaan yang dicita-citakan dan berlangsung terus-menerus.

Frietz R. Tambunan (dalam Joko Susilo, 2007: 224) menjelaskan bahwa kata pendidikan berasal dari kata latin educare yang secara harfiah berart ‘menarik keluar dari’ sehingga pendidikan adalah sebuah aksi membawa seorang anak/peserta didik keluar dari kondisi tidak merdeka, tidak dewasa, dan bergantung, situasi merdeka, dewasa, dapat menentukan diri sendiri, dan bertanggung jawab.
Berdasarkan beberapa pengertaian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan usaha secara sadar dan penuh tanggung jawab yang dilakukan untuk memebrikan perubahan terhadap seseorang atau peserta didik.

Mengacu pada uraian tentang pengertian nilai dan pengertian pendidikan di atas, maka dapat dinyatakan bahwa nilai pendidikan merupakan segala hal yang berguna yang diberikan oleh seseorang secara sadar dan tanggung jawab dalam usaha memberikan perubahan terhadap sikap dan tingkah laku yang lebih baik.
b.    Jenis-Jenis Nilai Pendidikan dalam Novel
Adapun nilai-nilai pendidikan yang secara umum terdapat dalam novel adalah sebagai berikut:

1)    Nilai Pendidikan Agama
Nilai pendidikan agama atau keagamaan dalam karya sastra sebagaian menyangkut moral, etika, dan kewajiban. Hal ini menunjukkan adanya sifat edukatif (Nurgiyantoro, 2002: 317). Dasar dari pendidikan agama adalah hakikat makhluk yang beragama. Tujuan pendidikan keagamaan adalah membentuk manusia yang beragama atau pribadi yang religius.
Di samping itu, sesuai Undang-Undang Dasar 1945 pasal 29 ayat 1 dan 2 dan Pancasila sebagai dasar falsafah Negara Republik Indonesia, pendidikan agama merupakan sehi utama yang mendasari semua segi pendidikan lainnya. Norma-norma pendidikan kesusilaan maupun pendidikan kemasyarakatan atau sosial sebagain besar bersumber dari agama.
Betapa pentingnya pendidikan agama itu bagi setiap warga negara terbukti dari adanya peraturan pemerintah yang mengharuskan pendidikan agama itu diberikan kepada anak-anak sejak pendidikan di taman kanak-kanak sampai pendidikan tinggi.
Nilai pendidikan Agama pada novel bumi cinta karya Habiburrahman El Shirazy ini diantaranya: (1) Cinta kepada Allah Swt; (2) Berdo’a; (3) Taubat; (4) Tawakal; dan (5) Syukur.

2)    Nilai Pendidikan Individu
Moral merupakan laku perbuatan manusia dipandang dari nilai-nilai baik dan buruk, benar dan salah, dan berdasarkan adat kebiasaan dimana individu berada (Nurgiyantoro, 2002: 319).
Nilai pendidikan individu menunjukkan peraturan-peraturan tingkah laku seorang individu dari suatu kelompok yang meliputi perilaku, tata karma yang menjunjung budi pekerti dan nilai susila.
Nilai pendidikan individu pada novel bumi cinta karya Habiburrahman El Shirazy ini diantaranya: (1) Tanggungjawab; (2) Disiplin; (3) Jujur; (4) Hormat dan santun; (5) Percaya diri; dan (6) Teguh pendirian/konsisten

3)    Nilai Pendidikan Sosial
Kata “sosial” berarti hal-hal yang berkenaan dengan masyarakat/ kepentingan umum. Nilai pendidikan sosial merupakan hikmah yang dapat diambil dari perilaku sosial dan tata cara hidup sosial. Perilaku sosial brupa sikap seseorang terhadap peristiwa yang terjadi di sekitarnya yang ada hubungannya dengan orang lain, cara berpikir, dan hubungan sosial bermasyarakat antar individu.
Nilai pendidikan sosial yang ada dalam karya seni dapat dilihat dari cerminan kehidupan masyarakat yang diinterpretasikan (Rosyadi, dalam Amalia, 2010). Nilai pendidikan sosial akan menjadikan manusia sadar akan pentingnya kehidupan berkelompok dalam ikatan kekeluargaan antara satu individu dengan individu lainnya.

Nilai pendidikan sosial mengacu pada hubungan individu dengan individu yang lain dalam sebuah masyarakat. Bagaimana seseorang harus bersikap, bagaimana cara mereka menyelesaikan masalah, dan menghadapi situasi tertentu juga termasuk dalam nilai sosial.
Dalam masyarakat Indonesia yang sangat beraneka ragam coraknya, pengendalian diri adalah sesuatu yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan masyarakat. Sejalan dengan tersebut nilai sosial dapat diartikan sebagai landasan bagi masyarakat untuk merumuskan apa yang benar dan penting, memiliki ciri-ciri tersendiri, dan berperan penting untuk mendorong dan mengarahkan individu agar berbuat sesuai norma yang berlaku.
Jadi nilai pendidikan sosial dapat disimpulkan sebagai kumpulan sikap dan perasaan yang diwujudkan melalui perilaku yang mempengaruhi perilaku seseorang yang memiliki nilai tersebut. Nilai pendidikan sosial juga merupakan sikap-sikap dan perasaan yang diterima secara luas oleh masyarakat dan merupakan dasar untuk merumuskan apa yang benar dan apa yang penting.
Adapun nilai pendidikan sosial yang terdapat pada novel bumi cinta karya Habiburrahman El Shirazy ini diantaranya: (1) memakmurkan masjid; (2) mengajar ilmu agama kepada generasi muda; dan (3) peduli terhadap sesame.

Untuk Lebih lengkapnya Download Ebooknya disini
Berita Tren
Berita Tren

Previous
Next Post »