PENDEKATAN ILMIAH dan TEORI dalam MENGKAJI SENI



Pendekatan saintifik biasnya menggunakan tori tertentu. Dalam mengkaji fenomena alam, biologi sosial dan budaya. Teori memilki peranan yang sangat penting dalam melakukan pendekatan ilmiah. Dengan teori, seorang ilmuan atau peneliti dibekali dasar-dasar bagaimana mencari dan mengolah data sehingga didapatkan kesimpulan yang absah.

Dalam dimensi waktu, teori dari semua disiplin ilmu terus berkembang. Teori-teori yang digunakan dalam mengkaji suatu seni pertunjukan baik itu mengkaji tari, musik, teater/pertunjukan, seni rupa, diambil dari berbagai disiplin atau dikembangkan sendiri secar khas seperti bebrapa contoh sebagai berikut :

1. Teori Semiotika.
Pendekatan dalam mengkaji seni, salah satunya adalah mengambil teori semiotika dalam rangka usaha untuk memaknai bagaimana makna diciptakan dan dikomunikasikan melalui suatu simbol yang membangun suatu peristiwa seni. Dua tokoh perintis semiotika adalah Ferdinand de Saussure seorang ahli dalam bahasa berkebangsaan Swiss, serta Charles Sanders Peirce seorang filosof dari Amerika.

Peirce menginterpresentasikan bahasa sebagai suatu sistem lambang yang terdiri dari tiga bagian yang saling berkaitan yaitu, representatum,pengamat (interpretant) dan objek. Dalam kajian seni kita harus mempertimbangkan peranan seniman pelaku serta penonton sebagai pengamat dari lambang-lambang dan usah kita untuk memahami proses penciptaan.

Dengan mengikuti pendekatan semiotika, maka dua pakar pertunjukan budaya, Tadeuz Kowzan dan Pratice Pavis, mengaplikasikannya dalam pertunjukan. Kowzan menawarkan 13 sistem lambang dari sebuah pertunjukan teater dimana 8 diantaranya berkaitan langsung dengan pemain sedangkan 5 lagi berkaitan dengan diluarnya. Ketiga belas lambang itu adalah , kata-kata, nada bicara, mimik, gestur, gerak, make-up, gaya rambut, kostum, properti, setting, lighting, musik, dan efek suara. Semiotika adalah suatu disiplin yang mengkaji tanda-tanda serta prilkau yang dugunakan oleh manusia.

Dalam konteks kajian musik, terdapat beberapa makna musik. Salah satu yang fundamental adalahbahwa tanda dan objek menghadirkan sebuah keterhubungan identitas.Bahwa tanda musikal adalah murni sebagai sebuah ikon. Bagaimanapun musik memilki kapasitas tanda. Setiap etnis di dunia memiliki konsep dan nilai estetis yang berbeda dalam musik.

2. Teori Fungsionalisme
Menurut Lorimer et al, teori fungsionlisme adalah salh satu teori yang dipergunakan pada ilmu sosial yang menekankan ketergantungan antara institusu-institusi dan kebiasaan pada masyrakat tertentu. Analisis fungsi, menjelaskan bahwa bagaimana susunan sosial didukung oleh fungsi institusi. Dalam bidang komunikasi, ada beberapa pakar yang mengemukakan pendapatnya mengenai fungsi komunikasi.

- Fungsi komunikasi memperlihatkan arus gerakan seiiring dengan gerakan masyarakat atau individu. Komunikasi berfungsi menurut keperluan pengguna atau individu yang berinteraksi. Oleh karena itu, fungsi komunikasi bisa dikaitkan dengan ekspresi (emosi), arahan, rujukan, puitis, fatik, dan metalinguitik yang berkaitan dengan bahasa.

Secara umum fungsi komunikasi terdiri dari empat kategori uatama yaitu, ( fungsi memberitahu ( fungsi mendidik ( membujuk khalayak mengubah pandangan dan ( untuk menghibur orang lain Fungsi memberitahu artinya, melalui komunikasi sebagai konsep atau gagasan diberitahukan kepada orang lain (penerima komunikasi), dan penerima ini menerimanya, yang kemudian dampaknya ia tahu tentang gagasan yang dikomunikasikan tersebut.

Akhirnya isi komunikasi itu akan direspon oleh penerima, baik dalam perilaku, balasan dan lainnya. Fungsi komunikasi lainnya adalah mendidik, artinya adalah komunikasi berperan dalam konteks pendidikan manusia.Komunikasi menjadi saluran ilmu dari seseorang kepada orang lain. Komunikasi yang berfungsi untuk mengubah pandangan manusia atau membujuk khalayak untuk mengubah pandangannya.melalui komunikasi, pandangan seseorang dapat diubah, dari suatu pandangan ke pandangan lain.

- Fungsi komunikasi lainnya adalah bersifat menghibur, berarti bahwa melalui sebuah komunikasi seorang penyampai atau sumber komunikasi akan menghibur orang lain sebagai penerima komunikasi, yang memang dalam konteks sosial sangat diperlukan. Teori fungsionalisme dalam antropologi mulai dikembangkan oleh seorang pakar yang sangat penting dalam sejarah antropologi yaitu Bronislaw Malinowsky (1884-1942).

Ia mengembangkan teori fungsional dalam kebudayaan. Ia juga percaya bahwa pendekatan fungsional mempunyai sebuah nilai praktis yang penting. Pengertian ilmu yang praktis ini dapat dimanfaatkan oleh mereka yang bergaul dengan masyarakat. Selain itu teori ini juga akan mengajarkan tentang kepentingan relatif dari berbagai kebiasaan yang beraneka ragam, bagaiman kebiasaan itu tergantung dengan yang lainnya, dan lain-lain.

Sebuah kajian pendekatan yang bersifat struktural-fungsional dari Radcliffe-Brown adalah kajian mengenai cara penangulangan ketegangan sosial yang terjadi dalam masyarakat.

3. Teori Evolusi
Pada dasarnya teori evolusi menyatakan bahwa unsur yang kebudayaan yang berkembang sejalan dengan perkembangan ruang dan waktu dari yang berbentuk sederhana hingga menjadi bentuk yang lebih kompleks. Dalam seni teori ini digunakan untuk mengkaji sejarah seni, misalnya mengkaji muali dari munculnya suatu seni, pertumbuhannya dalam masyarakat, perkembangan hingga perjalannnya pada zaman sekarang.

4. Teori Difusi
Teori ini mengemukakan bahwa suatu kebudayaan dapat menyebar kekebudyaan lain melalui kontak budaya. Karena teori ini berpijak pada alasan adanya suatu sumber budaya, maka sering juga disebut dengan teori monogenesis (lahir dari suatu kebudayaan). Lawannya adalah teori poligenesis, yang menyatakan bahwa beberapa kebudayaan mungkin saja memilki persamaan ide, aktivitas, maupun benda. Tetapi persamaan kebudayaan itu bukan menjadi suatu alasan adanya satu sumber kebudayaan. Bisa saja persamaan itu secara kebetulan, karena adanya unsur universal dalam diri manusia.

5.Teori Siklus Kwint dan lainnya
Dalam mengkaji timbulnya tangga nada di dunia, para etnomusikolog telah mencapai tahap generalisasi, dengan menggunakan teori siklus kwint. Dari bahan-bahan di China ditemui bahwa untuk membentuk sebuah tangga nada, seorang rajanya yang bernama Huang Ti memerintahkan memotong bambu dalam ukuran rasio tertentu berdasarkan siklus interval kuint dengan rasio matematis ¾ dan 2/3 .

Para pengkaji seni yang meminati upacara terutama kematian selalu menggunakan teori rites de passages yang ditawarkan oleh antropolog Van Gennep. Bahwa kematian manusia adalah dalam kondisi transisi dari suatu dunia ke dunia lain. Selain dari teori ilmu sosial dan humaniora dalam kajian senitak kalah pentingnya yang digunakan adalah teori dalam ilmu eksakta.

Teori yang digunakan dalam mengkaji seni terus berkembang sesuai dengan perkembangan peradapan manusia dimuka bumi. Dengan demikian, seniman dan ilmuan seni terus ditantang untuk mengabdikan dirinya untuk mengabdikan dirinya untuk kesejahteraan manusia secara umum dan kelompoknya secara khusus.

Berita Tren
Berita Tren

Previous
Next Post »