Strategi PELATIHAN DAN PENILAIAN Dalam Profesi Kepelatihan/ Keguruan


A. Strategi Pelatihan 

Kompetensi yang diharapkan adalah memiliki kepribadian, dan kemampuan mengembangkan profesi kepelatihan/ keguruan, dengan sub kompetensi mampu menerapkan prinsip-prinsip pembelaan dan serangan beladiri, bentuk-bentuk pembelajaran beladiri, dan penerapan peraturan pertandingan pencak silat dalam kegiatan kesiswaan di lingkungan sekolah.
Untuk itu salah satu strategi pembelajaran yang dapat dirancang untuk membelajarkan kompetensi dan sub kompetensi tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan, sumber dan media, serta skenario pelatihan sebagai berikut.

1. Pendekatan Kontekstual
Pendekatan yang digunakan  dalam pelatihan pengertian beladiri, pembelaan dan serangan beladiri pencak silat, prinsip-prinsip pembelajaran beladiri, penerapan peraturan pertandingan pencak silat, dam manajemen penyelenggaraan pertandingan adalah pendekatan kontekstual (CTL), dengan memunculkan kompetensi learning learning, questioning, authentic asessment, dan reflection.

2. Media dan Sumber Belajar
Media atau sumber belajar yang digunakan dapat memanfaatkan transparansi, gambar, foto, dari berbagai media cetak yang relevan, serta balok kayu dan sansak/ target.

3. Skenario Pelatihan
 Melontarkan permasalahan untuk memancing reaksi dari peserta pelatihan atau siswa berdasarkan pengetahuan awal.

 Peserta dibagi dalam kelompok kecil (4-5 orang). Berdasarkan sub kompetensi yang ada pelatih memberikan sejumlah tugas atau pertanyaan kepada setiap kelompok. Setiap kelompok diberi tugas untuk mendiskusikan tentang sistem pertandingan yang berbeda-beda, serta bagaimana memanage penyelenggaraan pertandingan.

 Pembelajaran untuk teori dengan diskusi kelompok, pelatih/ guru mengamati kinerja setiap individu dalam proses kelompok. Untuk praktik dilakukan secara  klasikal, kelompok barisan/ saf atau berpasangan untuk memperagakan gerakan, pelatih/ guru mengamati dan membetulkan gerakan secara individu atau  kelompok.

 Setiap kelompok memperagakan gerakan dasar pencak silat dan siswa mengoreksi gerakan bersama pelatih/ guru. Pelatih/ guru memberikan tanggapan dan evaluasi, serta koreksi tentang hasil pelaksanaan gerakan serta penerapan peraturan pertandingan. Dilakukan refleksi pada proses pembelajaran agar dapat memperbaiki proses pembelajaran berikutnya.
Penilaian dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan keterampilan peserta pelatihan atau siswa mengenai prinsip-prinsip pembelaan dan serangan beladiri, bentuk-bentuk pembelajaran beladiri, dan penerapan peraturan pertandingan pencak silat. Adapun penilaian dapat dilakukan dengan cara: (1) tes tertulis, (2) pengamatan dari kinerja (performance) dan partisipasi peserta atau siswa dalam kelompok atau pasangan, serta (3) penilaian tugas-tugas baik tugas individu maupun kelompok.

B. Penilaian
1. Teori
         Pelatih/ guru membuat pertanyaan yang berdasarkan pada materi yang diberikan pada setiap pokok bahasan dan sub pokok bahasan pencak silat, kemudian diujikan pada siswa secara perorangan, kelompok atau klasikal.
Range nilai ujian teori adalah: 0 – 100
Bobot nilai ujian teori adalah 1

Berikut ini soal-soal latihan tertulis yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
a. Jelaskan perbedaan teknik beladiri Pencak Silat dengan beladiri Judo?
b. Apa ciri-ciri khusus beladiri pencak silat dibandingkan dengan beladiri lain?
c. Peragakan pembelaan lanjutan dengan arah 8 penjuru mata angin.
d. Peragakan pembelaan dasar dengan arah 8 penjuru mata angin kemudian beri variasi serangan pukulan.
e. Peragakan pembelaan dasar dengan arah 8 penjuru mata angin kemudian beri variasi tendangan.
f. Apa tujuan guru dalam memilih susunan latihan bersaf sambil berjalan ?
g. Kapan guru memperagakan susunan latihan berhadapan ?
h. Peragakan latihan kuda-kuda dalam bentuk permainan
i. Peragakan sikap-kuda-kuda dalam lomba tarik tambang dan jelaskan prinsip-prinsip pelaksanaannya.
j. Peragakan latihan hindaran dengan berpasangan serta jelaskan prinsip-prinsip pelaksanaannya.
k. Peragakan cara memasuki gelanggang dan melakukan penghormatan.
l. Peragakan teknik tendangan yang sah pada bidang sasaran.
m. Apa golongan dan kelas, bila siswa SMP umur 16 tahun dengan berat badan 42 kg ?
n. Perlengkapan apa saja yang harus dipersiapan pada pesilat putra pada saat bertanding ?

2. Tugas
        Pelatih/ guru memilih dan menentukan sub pokok bahasan pencak silat yang telah diberikan, kemudian memberikan tugas kepada siswa berupa kliping atau tulisan secara kelompok atau perorangan.
Range nilai tugas adalah: 50 – 100
Bobot nilai ujian teori adalah 1
Berikut ini tugas-tugas yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
a. Buat gambar gelanggang pertandingan pencak silat.
b. Gambarkan sikap kuda-kuda pada pencak silat.
c. Gambarkan sikap pasang pada pencak silat.
d. Buat kliping tentang pertandingan pencak silat.
e. Buat kliping tentang olahraga beladiri.

3. Praktik
         Pelatih/ guru memilih dan menentukan materi ujian praktek sesuai dengan pokok bahasan dan sub pokok bahasan pencak silat, kemudian diujikan pada siswa secara perorangan, berpasangan atau klasikal yang disesuaikan dengan kondisi alat dan fasilitas yang ada di sekolah.
Range nilai ujian praktek adalah: 50 – 100
Bobot nilai ujian teori adalah 2
         Berikut ini praktik yang harus diperagakan oleh peserta pelatihan.
a. Peragakan sikap-sikap berdiri pada pencak silat.
b. Peragakan delapan sikap pada pencak silat, serta beri variasi serangan.
c. Peragakan bentuk-bentuk pembelaan pada pencak silat.
d. Peragakan tata cara memasuki gelanggang seorang pesilat.
e. Peragakan penilaian yang sah pada pertandingan pencak silat.



Berita Tren
Berita Tren

Previous
Next Post »